REKOMENDASI FILM SEJARAH INDONESIA TENTANG PERJUANGAN KEMERDEKAAN

September 3, 2025 REKOMENDASI FILM SEJARAH INDONESIA TENTANG PERJUANGAN KEMERDEKAAN

Film tentang Sejarah Indonesia kebanyakan menggambarkan tentang perjuangan bangsa saat melawan penjajah ataupun revolusi yang terjadi. Film sejarah atau film penjajahan Indonesia juga biasanya menyiratkan pesan-pesan inspiratif yang bisa diteladani. Simak rekomendasi film tentang Sejarah Indonesia berikut. Merah Putih (2009) Film drama historis Indonesia yang dirilis tahun 2009 berjudul Merah Putih ini merupakan bagian pertama dari “Trilogi Merdeka”. Film ini menggambarkan perjuangan sekelompok masyarakat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia yang berlatar tahun 1947.

Cerita persahabatan antar kadet yang selamat dari pembantaian tentara Belanda ini kemudian berlanjut sebagai tentara gerilya di pedalaman. Darah Garuda (2010) latar cerita film ini masih pada tahun 1947 saat terjadinya peristiwa Agresi Militer Belanda I. Pada film ini para kadet diberi tugas sangat rahasia untuk memberikan perlawan kepada para pemberontak. Darah Garuda (2010) Hati Merdeka merupakan film dengan genre drama fiksi historis Indonesia yang menjadi film ketiga sekaligus terakhir dari Trilogi Merdeka. Film

yang berlatar revolusi Indonesia pada tahun 1947-1948 ini mengisahkan sekelompok pejuang kemerdekaan yang melawan Belanda. Sang Pencerah (2010) Film ini diadaptasi dari kisah nyata pendiri organisasi Islam Muhammadiyah, yakni Ahmad Dahlan. Film yang mengisahkan tokoh perjuangan Indonesia satu ini mengajarkan nilai-nilai toleransi, konsistensi dan semangat perubahan. Soegija (2012) Mengambil latar belakang pada masa perang kemerdekaan Indonesia dan pendirian Republik Indonesia Serikat. Soekarno: Indonesia merdeka (2013) Film Soekarno: Indonesia Merdeka merupakan film biografi Presiden pertama Indonesia.

Tak hanya tokoh Soekarno, beberapa tokoh nasional lain juga ikut menjadi saksi perjuangan proklamasi seperti terdapat tokoh Hatta dan Sjahrir. Sang Kiai (2013) Berkisah tentang perjuangan seorang pendiri dan pejuang dari Nahdlatul Ulama (NU) yang melawan kejamnya penjajah. KH Wahid Hasyim berusaha membebaskan ayahnya, KH Hasyim Asyari, yang ditahan oleh Belanda karena sebelumnya terlibat dalam masalah. Jenderal Soedirman (2015) Film ini berfokus pada perjuangan sang Jenderal Soedirman yang mengalami sakit keras ketika melakukan perjalanan

ke Selatan untuk misi gerilya selama tujuh bulan. Akan tetapi, misi gerilya tersebut berhasil membuat pasukan Belanda kewalahan karena kehabisan logistik dan akhirnya menandatangani perjanjian Roem-Royen. Dari sinilah Belanda mengakui kedaulatan bangsa Indonesia. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015) Film bertemakan perjuangan bangsa selanjutnya berjudul Guru Bangsa: Tjokroaminoto. Film ini mengisahkan perjuangan HOS Tjokroaminoto dalam mendapatkan hak dan martabat masyarakat Indonesia. Battle of Surabaya (2015) Film animasi 2D karya anak bangsa ini mengisahkan tentang petualangan Musa

yang bekerja sebagai tukang semir sepatu serta menjadi kurir bagi arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945. Kartini (2017) Film ini mengangkat biografi dari salah satu tokoh pahlawan wanita nasional. Ia adalah Raden (R.A) Kartini yang berjuang melalui dunia pendidikan yang kala itu masih sangat terbatas untuk diakses, terutama bagi perempuan. Sultan Agung: Tahta, Perjuangan dan Cinta (2018) Film bergenre kolosal ini menampilkan biografi tokoh Sultan Agung yang terkenal ambisius dan pemberani karena

keputusannya untuk menyerang VOC Belanda. Film Sultan Agung tak hanya menampilkan cerita tentang perlawanan terhadap VOC, melainkan juga terdapat bumbu cinta antara Sultan Agung dengan Lembayung yang terpaksa kandas. Perburuan (2019) Film yang diangkat dari novel berjudul sama karya penulis terkenal, Pramoedya Ananta Toer ini, megambil latar perjuangan kemerdekaan Indonesia di era penjajahan Jepang. Kadet 1947 (2021) Mengisahkan latar belakang Perundingan Linggarjati yang berisi kesepakatan Belanda harus mengakui status kemerdekaan Indonesia dan segera meninggalkan

Tanah Air. Namun, karena sifat liciknya Belanda melanggar perjanjian yang telah disepakati tersebut. Sekelompok kadet yang berasal dari salah satu sekolah penerbangan milik Angkatan Udara memiliki tekad untuk menjaga Indonesia dan melawan mundur penjajah. Buya Hamka Vol. 1 (2023) Film ini menceritakan tentang Buya Hamka yang menjadi pengurus Muhammadiyah di Makassar. Sumber : RRI, detik.com

Footer